SOSIALISASI PENELITIAN INTERNAL, PUBLIKASI ILMIAH & KERJASAMA DALAM NEGERI UNIVERSITAS MERCU BUANA

Pada tanggal 29,31 Oktober & 1 November 2019, Direktorat Ristek, Publkasi dan Kerjasama Dalam Negeri Universitas Mercu Buana (UMB) kembali melakukan kegiatan rutin setiap tahunnya. Untuk tahun ini Pusat Penelitian mengadakan kegiatan Sosialisasi Program Penelitian Internal Tahun akademik 2019/2020  dalam tiga hari yaitu 29 Oktober (Fakultas Psikologi, Fakultas Ilmu Komunikasi), 31 Oktober  (Pascasarjana, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, dan Fakultas Ilmu Komputer), dan 2  November (Fakultas Teknik dan Fakultas Desain Seni Kreatif) bertempat di Gedung BD Lantai 3 Ruang Auditorium Prof Harun Zain Universitas Mercu Buana Jakarta Meruya.

Kegiatan kali ini memaparkan tentang program penelitian dana internal, Publikasi ilmiah dan Kerjasama dalam negeri. Untuk program penelitian dipaparkan oleh Dr. Tin Budi Utami, MT. selaku Kepala Pusat Penelitian Universitas Mercu Buana, sedangkan program Publikasi Ilmiah dipaparkan oleh Dr. Farida Elmi, MM. selaku Kepala Pusat Pengembangan Produk Penelitian serta program Kerjasama Dalam Negeri dipaparkan oleh Dr. Janfry Sihite, MM.

Materi Sosialisasi bisa diunduh >> disini

INDUSTRI DIAJAK SUMBANG DANA RISET BAGI KAMPUS

Daya saing bangsa harus terus didorong melalui riset-riset yang berkualitas. Upaya tersebut sangat disadari pemerintah sebagai langkah mempercepat kesejahteraan. Sekaligus meningkatkan peran negara dalam konteks internasional.

Wakil Menteri Keuangan, Prof. Dr. Mardiasmo menegaskan dana riset yang disiapkan pemerintah memang belum memadai. Namun bukan berarti pemerintah tidak memberikan perhatian terhadap kemajuan riset. Pemerintah berusaha dengan pendekatan kebijakan lain untuk kemajuan riset tersebut.

“Dalam pendanaan riset memang belum optimal. Itu kita sadari. Tapi bukan tanpa solusi. Pemerintah meminta pihak swasta untuk terlibat dalam pendanaan riset di kampus atau lembaga riset,” ujar Prof. Dr. Mardiasmo saat menjadi pembicara kunci dalam acara seminar Social and Applied Science Conference di kampus UMB, Jakarta, Rabu (31 Juli 2019).

Sebagai buktinya, sambung Wakil Menteri Keuangan beberapa waktu lalu Presiden telah menandatangi regulasi yang memberikan penghargaan kepada perusahaan yang memberikan sumbangan dana riset. Hal ini sebagai langkah mendorong riset lebih maju. Sekaligus tidak berorientasi pada dana pemerintah saja.

Dengan model tersebut, Mardiasmo meyakini akan lebih efektif. Karena riset yang dibutuhkan berdasarkan tantangan dunia industry. Bukan lagi sebagai kegiatan riset yang sebatas pengembangan ilmu pengetahuan semata.

“Jadi nanti riset itu sudah jadi produk yang bisa digunakan. Makanya perlu pihak swasta atau industry terlibat,” imbuhnya.

Pada akhirnya Wakil Menteri Keuangan berharap kegiatan seminar yang berlangsung ini mampu mencari solusi bagi persoalan bangsa. Sekaligus mampu menjadi dorongan bagi kemajuan ilmu pengetahuan dalam negeri. (penulis: Priyo Wahyudi / editor: Riko Noviantoro /Biro Sekretariat Universitas dan Hubungan Masyarakat www.mercubuana.ac.id / humas@mercubuana.ac.id)

GELAR TEMU INDUSTRIAWAN, AKADEMISI DAN BIROKRAT

Era industry 4.0 merupakan tantangan bagi semua pihak. Tidak terkecuali perguruan tinggi yang harus lebih mampu beradaptasi dengan kebutuhan indutri 4.0. Agar mampu menghasilkan tenaga terdidik yang mampu menjawab tantangan.

“Melalui seminar inilah kalangan industry, akademisi dan birokrat bertemu untuk melihat tantangan dan menemukan jawaban,” kata Wakil Rektor UMB, Dr. Hadri Mulya dalam seminar bertema Challenges and Oppurtunities of Industry 4.0 di kampus UMB, Jakarta, Kamis (14 Maret 2019).

Menurutnya sinergi kalangan industriawan, akadmisi dan birokrat akan menemukan solusi yang efektif bagi masa depan. Sekaligus mampu menjadi informasi dan masukan berarti bagi perguruan tinggi dalam memformulasikan kurikulum yang dapat menjawab kebutuhan industry.

Direktur Pemasaran UMB, Dr. Irmulansati menambahkan kegiatan ini diinisiasi Direktorat Pemasaran sebagai upaya mendekatan kalangan industriawan, birokrat dan masyarakat dengan perguruan tinggi. Sambil pula menghadirkan solusi dan peluang bagi industriawan untuk terlibat aktif dalam dunia pendidikan.

“Melalui temu industriawan, akademisi dan birokrat ini sebagai tanda industriawan bisa terlibat aktif dalam perguruan tinggi, baik sebagai mahasiswa program pascasarjana maupun sebagai praktisi dan tenaga pendidik,” imbuhnya.

Dalam seminar yang dipandu Dosen FEB UMB, Dr.Rina Astini terungkap berbagai pandangan. Industry 4.0 tidak hanya membutuhkan pengetahuan dan keterampilan memadai, tetapi juga kemampuan personal untuk membangun jaringan social. (penulis: sri dewi nur pasha / editor: Riko Noviantoro /Biro Sekretariat Universitas dan Hubungan masyarakat / www.mercubuana.ac.id / humas@mercubuana.ac.id)

Seminar Nasional

Kerja sama Fakultas Ekonomi dan Bisnis-Universitas Mercu Buana dengan IAI KAPd, IAI KAPd Forum Dosen Akuntansi Publik dan APSAE yang disponsori oleh : Pemkab Pringsewu, Inspire Consulting, MNK & Partners, dan Tegar TV Yogja. serta di dukung beberapa Universitas dari luar Jakarta Sebagai Co Host antara lain Universitas Negeri Surabaya, Universitas PGRI Yogyakarta, STIE Nganjuk, Universitas Negeri Jakarta, Politeknik Negeri Ambon PSDKU Masohi, Universitas Riau, STIE Indonesia, UPN “VETERAN” Jawa Timur, Universitas Negeri Malang, Universitas Pancasila , Universitas Negeri Semarang, Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Widyagama Malang , Universitas Widyagama Malang , Institut Bisnis Nusantara, Universitas Bina Nusantara, Universitas Pasundan, dan Universitas Nasional.